Padahal Disukai, Kenapa Thrifting Dilarang Pemerintah? Ini 4 Alasannya

- Minggu, 19 Maret 2023 | 07:40 WIB
Menteri Perdagangan dan tim musnahkan pakaian bekas impor  (Instagram.com/@zul.hasan )
Menteri Perdagangan dan tim musnahkan pakaian bekas impor (Instagram.com/@zul.hasan )

 

PortalYogya.com - Keberadaan usaha thrifting atau pakaian bekas impor  kini sangat menjamur  karena kini menjadi salah satu trend fashion Indonesia. 

Semakin banyaknya pengusaha dikhawatirkan akan mematikan produk lokal khususnya industri textile dalam negeri

Bahkan keberadaan usaha thrifting dirasa Pemerintah kini sudah sangat mengganggu industri textile dalam negeri

Seperti diketahui usaha thrifting dirasa lebih menjanjikan, terlebih pakaian bekas impor tersebut memiliki brand ternama dan menjadi incaran para pecintanya. 

Pemerintah kini resmi melarang jual beli thrifting, bahkan Kemendag telah melakukan pemusnahan sekitar 730 bal yang terdiri pakaian bekas, sepatu bekas dan tas bekas impor. 

Sebenarnya pelarangan thrifting impor telah tertuang dalam Permendag No.18 tahun 2021 tentang laranag impor pakaian. 

Namun kini usaha thrifting  justru semakin banyak dan menjamur. 

Kini Pemerintah semakin tegas dalam memberikan sanksi bagi pengusaha thrifting yang sudah dirasa sangat mengganggu. 

Lalu apa alasan Pemerintah semakin tegas melarang usaha thrifting

Baca jugaPantas Kaya Raya, Sri Mulyani Ngaku Rangkap 30 Jabatan Di Indonesia, Apa Saja dan Berikut Aturannya!

Berikut 4 alasan kenapa Pemerintah semakin tegas dan resmi larang usaha thrifting, dilansir PortalYogya.com dari berbagai sumber, Minggu 19 Maret 2023. 

Satu alasan kesehatan dan lingkungan 

Keberadaan pakaian bekas impor yang masuk Indonesia meningkat tajam tentu akan berdampak pada masalah lingkungan. 

Berdasarkan data Badan Pusat Statistik atau BPS tahun 2019 jumlah pakaian bekas yang masuk ke Indonesia mencapai 392 ton.  

Halaman:

Editor: Handini Rahmawati

Sumber: Berbagai Sumber

Tags

Artikel Terkait

Terkini

X